Followers

Showing posts with label Agus Shaafi. Show all posts
Showing posts with label Agus Shaafi. Show all posts

Thursday, 15 September 2011

Menerima Masa lalu Itu Menyembuhkan

Assalamualaikum. Dan salam sejahtera pada yang membaca. 

Menerima Masa lalu Itu Menyembuhkan

Banyaknya orang yang gunakan masa-masa mudanya mencuba untuk mengabaikan masa lalu, ingin melupakan. Dalam fikiran berpendapat, seandainya peristiwa berkenaan tidak berlaku, seandainya luka yang ternganga itu dapat disembuhkan seketika. 

Apabila hasilnya hampa, ribuan cara digunakan untuk mencuba menutupi sakit hati itu, mengabaikan bayangan dan perasaan terluka yang mengikut kemana saja kita pergi. Kita mencuba menghalang rasa dengan berbagai kesibukan, malah menyangkal, mengherdik dan menyingkirkan, namun luka bukan makin sembuh, malah menjadi semakin perit, . Kita mula tertanya, apakah akan ada kesembuhan bagi kita dari peristiwa menyakitkan masa lalu?

Padahal Kesembuhan itu hanya terjadi bila kita menerima masa lalu itu sebagai ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang harus disyukuri sebab dengan menerima apapun ketetapan Allah dan bersyukur maka hidup kita menjadi tenteram, aman, penuh dengan cinta dan kasih sayang serta tawakal kepadaNya.
… Barangsiapa bertawakal  kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq 2-3).

Nadh tertanya-tanya plak, tetiba selepas tadi membaca surat khabar, dan beberapa hari ini banyak berita menceritakan tentang kegagalan, dan masa lalu. tentang luka. Tentang dendam yang disimpan dek kerana satu keperitan dan masa silam ni. Manusia sanggup berbunuhan. 

Ingatlah bahawa, menyimpan dendam juga ketidak puasan hati itu tidak memberi ketenangan, tapi menyebabkan diri bertambah tak aman. Dendam ibarat seekor bangkai yang disimpan, makin hari ianya tidak makin wangi, tapi makin membusuk dan membusuk. Cara terbaik adalah membuangnya, maka akan selamatlah kita, bukan hanya dari bau yang membusuk, tapi sekali dengan kuman-kuman bakteria bawaannya. Sama seperti hidup, kita menerima kejadian itu sebagai susunan dari ALLAH, penerimaan kita, dengan penuh yakin pada ALLAH akan membuahkan hasil, yakni keyakinan yang semakin menggunung pada ALLAH, dan bukan itu sahaja, hikmah kejadian juga ujian itu menjadikan diri semakin gagah mengharung perjalanan hidup yang makin mencabar.


Edited fr : Ust M. Agus Syafii

Thursday, 25 August 2011

Ketika Cinta Terluka

Ketika Cinta Terluka


Cinta itu indah namun juga rapuh. Manis tetapi pahit. Bahagia tetapi derita. Semakin dalam cinta, maka semakin sakitlah akan luka kerana cinta. Sehingga kita memerlukan kekuatan dan kesabaran. Ketika kita terjatuh, dan berada di tahap "lemah", tika itu diri mudah menyerah kerana tidak memiliki kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Cahaya yang dianggap indah selama ini menjadi redup dan terpaksa-rela menerima kenyataan yang bertentangan dengan harapan.

Cinta yang hakiki bukan semata-mata pujian dan sanjungan, ianya dibentuk dengan berbagai peristiwa ujian dan bermacam lagi hal yang bisa membuatkan hati itu terluka dan menderita. ALLAH membentuk dan melatih kita melalui luka itu, bukan atas seberapa besar luka itu tetapi seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka itu.

Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi kasih sayang itulah yang akan tetap membuat bahtera rumah tangga anda seindah impian sampai akhir hayat, karena Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayangNya untuk keluarga anda.

Sebagaimana Sabda Rasulullah,
"Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istrinya pun memandang dengan kasih sayang maka Allah memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-hari tangan keduanya." (HR. Rafi'i).

Note :: Sebab itu lah Kahwin itu satu yang indah. Kerana di dalamnya terselit banyak sangat rahmat ALLAH. Pun begitu, belum bersedia jangan cari pasal ya.  ;D 



Credit to: M. Agus Syafii

Buta+Pekak+Bisu=CINTA