Followers

Wednesday, 16 January 2013

Lilin

Assalamualaikum. Dan salam sejahtera pada yang membaca.

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Lilin yang pertama berkata : “Aku adalah Damai, namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lilin yang kedua berkata : “Aku adalah Iman, sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala” begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

dengan sedih Lilin ketiga bicara : “Aku adalah Cinta, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya” tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga…. seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam.Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata : “Apa yang terjadi?! kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” lalu ia menangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata : “Jangan takut, jangan menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya, Aku Adalah HARAPAN” dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita… dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN nya!!!


Ya benar. HARAPAN. Damai. Cinta. Namun semuanya hampa jika yang ada hanyalah jasad tanpa IMAN. Kita yakin dengan harapan, mengharapkan damai, mendambakan cinta, tapi tiada langkah diambil untuk menyemai IMAN dalam diri. Yakinlah hanya dengan Iman akan mampu beroleh bahagia dalam hidup.

Aku ada DAMAI. Ya DAMAI . Tapi adakah ianya DAMAI sebagaimana DAMAI kefahamanku? Takut takut DAMAI yang ku rasa DAMAI hanyalah balasan laknat atas dosaku?

Aku dambakan CINTA. Aku terlalu inginkan CINTA. Yakinlah aku ini pemberian ALLAH. Aku gembira, tersenyum sentiasa. Tapi aku lupa CINTA aku ini CINTA yang tak sepatutnya aku beri. Aku terlalu CINTA makhluk, aku CINTA pada dunia. Berdosanya aku...

Aku punya HARAPAN. Ya benar. Aku punya HARAPAN. terusan aku yakin yang HARAPAN ini yang terakhir ada bersamaku. Aku pegang kepadanya. HARAPAN yang mana tahu satu hari nanti aku bakal kembali ke jalan ALLAH yang satu. Tapi sayangnya aku lalai. Aku lupa, yang aku ada 24 jam sehari dan setiap detik MUNGKIN bakal jadi saat aku memejamkan mata buat selamanya.

Tapi andai aku ada IMAN. Setiap saat aku bernyawa, tiap hela nafasku merupakan detik detik penuh nikmat. Aku ada IMAN. Dengan IMAN aku senantiasa dekat dengan ALLAH. Moga ALLAH mengambilku kembali dengan lafaz LA ILAHA ILLALLAH.

"Sesiapa yang mengucap ucapan terakhirnya sebelum mati kalimah (لا إله إلا الله ) dia masuk syurga. "(Hadis riwayat Abu Daud daripada Mu 'adz)

1 comment:

kiera'sakura said...

*abi dah makin rajin menaip. wahhhhh tahniah untuk abi. meh baby nak cipika cipiki sikit. hihihi :p

dengan iman kita sedar hakikat yang kita hanya seorang hamba yang sepatutnya bergantung harap pada tuhannya, mendamba cinta si pencipta demi mendapat hati yang sentiasa damai ;)

Buta+Pekak+Bisu=CINTA